Salah satu dari 100 Wonderfull Event di Indonesia adalah tradisi Seba Baduy. Nah, kali ini mimin mau kupas sedikit pengetahuan mimin khususnya tentang Seba Baduy 2018.

Apa sih itu Seba Baduy?

Agar mudah dipahami, pengertian Seba Suku Baduy adalah seserahan terhadap panggede (red: pemerintah), yakni Gubernur Banten. Warga Suku Baduy membawa hasil pertanian (hasil bumi) sebagai rasa syukur yang berisi pesan untuk selalu melestarikan lingkungan alam sekitar.

Ritual Seba Baduy sudah ada sejak zaman Kesultanan Banten. Dimana ritual ini sebagai pengakuan kepada penguasa. Baca deh lengkapnya tentang Suku Baduy.

Keunikan Seba Baduy

Dilakukan Setelah Musim Panen

Perwujudan rasa syukur melalui ritual Seba Baduy 2018 dilakukan setelah masa panen (biasanya padi huma, dll). Lihat foto yang mimin ambil tanggal 17 Maret kemarin.

Warga Suku Baduy Panen Padi Huma

Warga Suku Baduy Panen Padi Huma

Dilakukan Setelah Puasa Kawalu

Puasa Kawalu adalah ritual puasa selama 3 bulan berturut-turut (biasanya antara Januari hingga April). Kadang berubah karena Suku Baduy punya penanggalan sendiri.

Eits, tapi nggak 3 bulan full lho. Mereka cuma puasa 1 hari dalam tiap bulannya pada hari yang sudah ditentukan.

Mereka mengakui, puasa sehari saja seperti mau mati. Hahaha. Soalnya mimin pernah kesana pas bulan Ramadhan, dan mereka salut lagi puasa tapi bisa jalan ke Baduy.

Setelah Larangan Berkunjung Ke Baduy Dalam

Dalam ritual Kawalu tidak hanya diharuskan berpuasa, tetapi ada larangan turis untuk datang ke wilayah Baduy dalam (Cibeo, Cikeusik, dan Cikertawana).

Baduy Luar masih boleh gan, Gajeboh selalu welcome. Hehehe.

30 Orang Perwakilan Baduy Dalam

Obrol ngalor ngidul sama ‘aa-aa’ orang Cibeo, ternyata tidak semua warga Baduy Dalam ikut serta dalam ritual Seba Baduy.

Biasanya hanya 30 orang perwakilan saja, mungkin termasuk Puun juga.

Jalan Kaki 3-5 Jam

Saya sempat berbincang dengan pemuda dari Cibeo. Mereka mengatakan butuh waktu 4-5 jam jalan kaki dari Cibeo sampai Kota Rangkasbitung.

Waaaw, saya aja naik motor 60-70km/jam satu jam setengah! Jarak Cibeo – Rangkasbitung kurang lebih 50km.

Sedangkan dari Rangkasbitung ke Serang ditempuh dengan 3-4 jam jalan kaki.

Nggak pake sendal, gan!

Jarak Rangkasbitung – Serang kurang lebih 40km.

Sambil bergurau saya bertanya: “Bari hiber meureun?” (Sambil terbang jalannya kali?). Orang Cibeo cuma mesem.

Owh ya, yg jalan kaki cuma Baduy dalam lho. Baduy luar naik kendaraan. Biasanya swadaya dan disediakan oleh pemerintah dan sponsor.

Seba Baduy 2018

Tahun ini, Seba Baduy 2018 akan diselenggarakan dari tanggal 26-29 April 2018 20-22 April 2018 (Update). Sumber lain mengatakan sampai tanggal 30.

Seba Baduy 2018 akan dimulai dari Desa Kanekes ke Rangkasbitung (Kab. Lebak). Kemudian lanjut ke Serang (Provinsi) keesokan harinya.

Tahun ini sepertinya sedikit berbeda, warga Suku Baduy juga akan mengunjungi Bupati Pandeglang – katanya.

  • 20 April – Kab. Lebak
  • 21 April – Kab. Pandeglang
  • 21 April – Kota Serang & Prov. Banten
  • 22 April – Kab. Serang

Wallaahu a’lam (dari berbagai sumber).

Demikianlah keunikan dalam ritual tahunan Seba Baduy 2018.

Galeri Foto Seba Baduy 2018

Berikut ini beberapa foto yang diambil admin (@dede.syarifudin.id) dalam kegiatan Seba Baduy 2018. Foto diambil di Rangkasbitung, Lebak, Banten.


Dede Syarifudin

Entrylevelpreneuer, Blogger, Photographer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *